MC seharusnya menjadi salah satu penggerak utama suasana dalam acara perusahaan. Namun, bagaimana jika MC justru terasa kaku, terlalu formal, kurang interaktif, atau tidak mampu membaca respons peserta? Acara yang sebenarnya sudah dipersiapkan dengan matang bisa terasa datar dan membuat peserta enggan terlibat.
Bagi HR, GA, atau panitia internal, kondisi seperti ini cukup merepotkan. Mengganti MC di tengah acara tentu bukan pilihan ideal. Karena itu, yang lebih penting adalah menyiapkan sistem dan briefing yang membuat MC mampu membawa acara sesuai karakter peserta.
Berikut beberapa cara praktis yang dapat dilakukan agar masalah MC garing tidak sampai mengganggu keseluruhan acara perusahaan.
Kenapa MC Garing Bisa Membuat Acara Terasa Canggung?
MC bukan sekadar orang yang membaca rundown. Ia berperan sebagai penghubung antara satu sesi dengan sesi lainnya sekaligus menjaga energi peserta.
Beberapa penyebab MC terasa garing antara lain:
- Materi MC terlalu banyak membaca teks.
- Tidak memahami karakter peserta.
- Gaya komunikasi terlalu formal.
- Minim interaksi dengan audiens.
- Tidak memiliki variasi intonasi dan ekspresi.
- Tidak mengetahui tujuan setiap sesi acara.
- Tidak siap menghadapi situasi spontan.
- Rundown terlalu padat sehingga MC hanya mengejar waktu.
Masalahnya bukan selalu karena MC tidak kompeten. Bisa saja briefing yang diberikan panitia memang terlalu minim atau konsep acara tidak memberikan ruang bagi MC untuk berinteraksi.
1. Briefing MC Jangan Hanya Berisi Rundown
Salah satu kesalahan umum panitia adalah memberikan rundown lalu meminta MC mengikuti susunan acara tersebut.
Padahal, MC membutuhkan konteks yang lebih lengkap.
Sebelum acara, jelaskan setidaknya:
- Siapa peserta acara.
- Jumlah peserta secara umum.
- Rentang usia peserta.
- Tujuan acara.
- Karakter perusahaan.
- Suasana yang ingin dibangun.
- Sesi yang membutuhkan energi tinggi.
- Sesi yang harus lebih formal.
- Hal-hal yang sebaiknya tidak dijadikan bahan candaan.
Dengan informasi tersebut, MC dapat menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens.
Misalnya, acara employee gathering yang bertujuan mempererat hubungan antarpegawai tentu membutuhkan pendekatan berbeda dengan seminar perusahaan yang sangat formal.
2. Buat Cue untuk Momen yang Membutuhkan Interaksi
Tidak semua improvisasi harus diserahkan sepenuhnya kepada MC.
Panitia dapat membuat beberapa cue sederhana, misalnya:
Saat pembukaan:
“Coba cek, tim sebelah mana yang paling siap mengikuti acara hari ini?”
Sebelum games:
“Kalau nanti tim kalian kalah, siapa yang paling mungkin disalahkan?”
Pertanyaan seperti ini dapat menjadi pemancing respons peserta tanpa harus membuat MC mengarang interaksi dari nol.
Namun, hindari terlalu banyak script. MC tetap membutuhkan ruang untuk membaca situasi dan melakukan improvisasi.
3. Sesuaikan Gaya MC dengan Konsep Acara
MC yang cocok untuk gala dinner belum tentu cocok untuk company outing atau aktivitas outdoor.
Untuk acara yang santai dan penuh permainan, MC biasanya perlu lebih ekspresif, komunikatif, dan mampu membangun energi.
Sementara itu, untuk acara seperti penghargaan perusahaan atau gala dinner, gaya komunikasi dapat lebih elegan dan terkontrol.
Jadi, jangan memilih MC hanya berdasarkan pengalaman atau popularitas. Pertimbangkan kecocokannya dengan konsep acara dan karakter peserta.
4. Gunakan Games sebagai “Penyelamat” Suasana
Jika peserta mulai pasif, MC tidak harus terus berbicara untuk menghidupkan suasana.
Aktivitas interaktif dapat membantu mengubah dinamika ruangan.
Contohnya:
- Tepuk tangan berdasarkan kategori.
- Mini quiz.
- Tebak lagu.
- Ice breaking singkat.
- Tantangan antarkelompok.
- Games berhadiah sederhana.
- Aktivitas yang melibatkan perwakilan peserta.
Dalam acara perusahaan, aktivitas seperti ini dapat menjadi bagian dari konsep EO Family Gathering ketika perusahaan ingin membuat gathering lebih interaktif.
Kuncinya adalah memilih aktivitas yang sesuai dengan waktu, lokasi, jumlah peserta, dan tingkat kenyamanan audiens.
5. Jangan Memaksa MC Mengisi Setiap Jeda
Jeda tidak selalu berarti masalah.
Terkadang MC justru menjadi terlalu banyak bicara karena merasa setiap detik harus diisi. Akibatnya, candaan dipaksakan, informasi berulang, dan suasana menjadi semakin canggung.
Lebih baik siapkan filler yang relevan untuk kondisi tertentu.
Misalnya ketika pergantian sesi membutuhkan waktu, MC dapat memberikan informasi singkat, mengajak peserta berinteraksi, atau mengarahkan perhatian ke aktivitas berikutnya.
Jika pergantian berlangsung cepat, tidak perlu membuat MC berbicara panjang.
6. Siapkan “Plan B” untuk Situasi Tidak Terduga
Acara perusahaan hampir selalu memiliki kemungkinan perubahan.
Narasumber terlambat, peserta belum berkumpul, sound system mengalami kendala, atau games membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.
MC perlu mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika terjadi perubahan.
Buat satu PIC yang menjadi pusat komunikasi antara MC, panitia, operator, dan tim acara.
Dengan begitu, MC tidak perlu mengambil keputusan sendiri untuk hal-hal yang berkaitan dengan perubahan teknis.
7. Jika Acaranya Kompleks, Pertimbangkan Bantuan EO
Semakin besar acara, semakin banyak hal yang harus dikoordinasikan. Masalah MC garing terkadang sebenarnya hanya satu bagian kecil dari persoalan yang lebih besar: konsep, rundown, games, koordinasi vendor, teknis, hingga pengaturan peserta belum terintegrasi.
Untuk acara seperti family gathering, employee gathering, outing, atau team building, perusahaan dapat mempertimbangkan menggunakan jasa EO Family Gathering agar perencanaan dan pelaksanaan acara ditangani secara lebih terstruktur.
PrasastiSelaras.com merupakan EO Family Gathering yang dapat menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan dukungan dalam merancang kegiatan gathering perusahaan, termasuk konsep acara dan aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Dengan dukungan EO, tim HR atau panitia internal dapat lebih fokus pada kebutuhan internal perusahaan, sementara aspek teknis event dikoordinasikan oleh tim yang menangani acara.
8. Evaluasi Bukan Hanya pada MC
Setelah acara selesai, jangan langsung menyimpulkan bahwa suasana kurang meriah hanya karena MC.
Evaluasi beberapa aspek sekaligus:
| Aspek | Pertanyaan Evaluasi |
|---|---|
| MC | Apakah gaya komunikasi sesuai peserta? |
| Rundown | Apakah ada terlalu banyak jeda? |
| Games | Apakah aktivitas mudah dipahami dan menarik? |
| Venue | Apakah layout mendukung interaksi? |
| Sound system | Apakah suara terdengar jelas? |
| Peserta | Apakah aktivitas sesuai karakter mereka? |
| Panitia | Apakah koordinasi selama acara berjalan lancar? |
Evaluasi seperti ini membantu HR menemukan akar masalah dan memperbaikinya untuk acara berikutnya.
Checklist Singkat Sebelum Acara
Agar tidak ribet, HR dan panitia dapat menggunakan checklist berikut:
- MC memahami profil peserta.
- MC memahami tujuan acara.
- Rundown sudah dibahas bersama.
- Cue interaksi sudah disiapkan.
- Games dan aktivitas sudah dipahami MC.
- PIC komunikasi sudah ditentukan.
- Plan B untuk perubahan rundown tersedia.
- Teknis audio sudah diuji.
- MC mengetahui batasan materi candaan.
- Ada briefing final sebelum acara dimulai.
Dengan persiapan tersebut, risiko suasana canggung dapat dikurangi tanpa membuat panitia harus mengontrol setiap ucapan MC.
FAQ
Apakah MC harus selalu lucu agar acara tidak garing?
Tidak. MC yang efektif tidak harus selalu membuat lelucon. Kemampuan membaca suasana, menjaga alur acara, berkomunikasi dengan peserta, dan melakukan transisi antarsesi justru lebih penting.
Bagaimana memilih MC untuk acara perusahaan?
Pertimbangkan karakter peserta, konsep acara, lokasi, jumlah peserta, tingkat formalitas, serta jenis aktivitas yang akan dilakukan. Minta contoh pengalaman MC pada acara dengan karakter serupa jika tersedia.
Apakah EO menyediakan MC untuk family gathering?
Layanan EO dapat berbeda-beda. Jika menggunakan EO, pastikan sejak awal apakah kebutuhan MC termasuk dalam cakupan layanan dan bagaimana proses pemilihannya.
Apakah family gathering harus menggunakan games?
Tidak harus. Namun, aktivitas interaktif dapat membantu meningkatkan partisipasi peserta, terutama jika tujuan gathering adalah membangun interaksi dan kebersamaan.
Kapan HR sebaiknya menggunakan EO?
EO dapat dipertimbangkan ketika acara melibatkan banyak peserta, beberapa vendor, perjalanan, venue, games, entertainment, transportasi, atau kebutuhan teknis yang cukup kompleks.
Buat Acara Perusahaan Lebih Terarah, Bukan Sekadar Ramai
MC memang memiliki peran penting, tetapi suasana acara tidak ditentukan oleh MC seorang diri. Konsep yang tepat, rundown yang realistis, aktivitas yang sesuai peserta, koordinasi panitia, serta kesiapan teknis semuanya ikut menentukan pengalaman peserta.
Jika perusahaan sedang mempersiapkan family gathering, employee gathering, company outing, atau team building dan ingin mendapatkan dukungan dari tim profesional, PrasastiSelaras.com sebagai EO Family Gathering dapat membantu menyiapkan konsep dan kebutuhan acara sesuai tujuan perusahaan.
Hubungi tim PrasastiSelaras.com untuk mendiskusikan kebutuhan acara, konsep kegiatan, jumlah peserta, lokasi, serta aktivitas yang sesuai dengan karakter perusahaan Anda.
